Blog ini berisi sirah atau sejarah atau kisah-kisah islam yang mengispirasi, renungang, amalan, serta kesehatan

Saturday, 30 September 2017

Hasan Basri ditanya: Apa rahasia zuhudmu di dunia ini? 

1. Aku tahu rizqiku tidak akan diambil orang lain, karena itu hatiku selalu tenang. 
2. Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang lain, karena itulah aku sibuk beramal shaleh. 
3. Aku tahu ALLAH Ta'ala selalu memerhatikanku, karena itulah aku malu jika ALLAH melihatku        sedang dalam maksiat. 
4. Dan aku tahu kematian itu sudah menungguku, karena itulah aku selalu menambah bekal untuk          hari pertemuanku dengan ALLAH...

Ingatlah     
------------

"Jangan tertipu  dengan usia MUDA  karena syarat Mati  TIDAK harus TUA"

"Jangan terpedaya dengan  tubuh yang SEHAT  karena syarat Mati  TIDAK mesti SAKIT"



"Jangan terperdaya dengan Harta Kekayaaan sebab Si kaya pun tidak pernah menyiapkan kain kafan buat dirinya meski cuma selembar"

"Mari Terus berbuat BAIK, berniat untuk BAIK, berkata yang BAIK-BAIK,  Memberi nasihat yang BAIK Meskipun TIDAK  banyak orang yang  mengenalimu dan  Tidak suka dgn Nasihatmu"

"Cukup lah اللهِ yang  mengenalimu lebih dari pada orang lain"

"Jadilah bagai JANTUNG  yang tidak terlihat,  tetapi terus berdenyut  setiap saat hingga kita terus dapat hidup, berkarya dan menebar manfaat bagi sekeliling kita sampai diberhentikan oleh - NYA"

"Waktu yang kusesali adalah jika pagi hingga  matahari terbenam,  amalku tidak bertambah sedikit pun, padahal aku  tahu saat ini umurku berkurang "(Ibnu Mas'ud R.A)"


Source : Media Platform


Sunday, 24 September 2017

Ketika Rasulullah SAW sedang duduk di dalam mesjid bersama sejumlah sahabat, tiba-tiba masuk empat orang lelaki dan masing-masing mengeluh. Orang yang pertama mengeluh karena hujan sudah lama tidak turun. 
Rasul SAW menasehatinya dengan ucapan : “Beristighfarlah !” 
Yang kedua mengeluh karena sudah lama menikah, tapi belum memperoleh keturunan.
Ujar Nabi SAW : “Beristighfarlah!
Lelaki yang ketiga mengadukan kesulitan ekonominya.
Rasulullah SAW berkata : “Perbanyak istighfar !” 
Begitu juga dengan lelaki yang keempat yang minta nasehat lantaran tanah pertaniannya sudah tidak subur lagi.
Lagi-lagi Rasulullah SAW. berkata : “Beristighfarlah !” 

Abu Hurairah RA terheran-heran dan bertanya : “Ya Rasul, penyakitnya banyak tapi obatnya satu.” Mendengar pertanyaan ini, Beliau SAW. menjawab : “Simaklah firman Allah dalam surah Nuh ayat 10-12 :

“Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Zat Yang Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, membanyakkan harta dan anak-anakmu, mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”

Kemudian Rasulullah SAW. bersabda : “Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar, dan untuk setiap kesempitannya kelapangan; dan Allah mengaruniainya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. “
( HR.Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah dan Al Hakim )

Source: IG @Mozaik_Islam

Astagfirullah
Harap diingat apa yg ditakuti oleh organ2 ini?
     Ginjal : begadang
     Maag : dingin
     Paru2 : asap (rokok)
     Hati : lemak
    Jantung : Asin
    Pankreas : Makan terlalu kenyang (rakus)
    Usus : Makan tanpa pantang
    Mata : Komputer
    Empedu : Tidak  sarapan.
Maka sayangilah tubuh anda!
Karena : onderdilnya sulit diganti
Mahal ! Lagi pula belum pasti ada。

 Kekentalan darah
-------------------------

💢 Sharing dari Dokter Jantung :   KEKENTALAN DARAH DLM TUBUH, BAGAIMANA BISA TERJADI?

💦 👫 Ada satu pertanyaan:
Mengapa kita hrs minum AIR putih yg cukup?

💦🌏 Sebenarnya jawabannya cukup " mengerikan" tetapi karena sebuah
pertanyaan jujur hrs dijawab dgn jujur, maka topik tersebut bisa dijelaskan sbb:

💦👫 Kira-kira 80% tubuh manusia terdiri dari AIR.
Malah ada beberapa bagian tubuh kita yg memiliki kadar air di atas 80%.
Dua organ paling penting dgn kadar air di atas 80% adalah:
OTAK dan DARAH.

💦☺ Otak memiliki komponen Air sebanyak 90%,
Sementara Darah memiliki Komponen Air sebanyak 95%.

💦👫 Jatah minum manusia normal sedikitnya adalah 2 Liter sehari atau 8 Gelas Air putih sehari.
Jumlah di atas hrs ditambah bagi seorg PEROKOK..!

💦👫 Air sebanyak itu diperlukan utk mengganti cairan yg keluar dari tubuh kita lewat *Air Seni, Keringat, Pernapasan, dan Sekres*i.
Apa yg terjadi bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 Liter sehari..??

💦👫 Tentu tubuh akan menyeimbangkan diri. Caranya?

💦 Dgn jalan " Menghisap" Air dari komponen tubuh sendiri terdekat: DARAH..!!

💦 Darah yg dihisap Airnya akan menjadi Kental.
Akibat pengentalan Darah ini, maka perjalanannya akan kurang lancar ketimbang Darah Encer.

💦  Saat melewati Ginjal
(tempat menyaring Racun dari Darah),
Ginjal akan bekerja Extra keras menyaring Darah.

💦 Dan karena Saringan dlm Ginjal halus, tidak jarang Darah yg kental bisa menyebabkan perobekan pada *Glomerulus Ginja*l.

💦  Akibatnya,
Air Seni berwarna kemerahan, tanda mulai Bocornya saringan Ginjal.
Bila dibiarkan terus menerus,
Anda mungkin suatu saat hrs mengeluarkan  2 jt Rupiah seminggu utk Cuci Darah.

💦 Bgm dgn OTAK?
Nah saat Darah Kental mengalir lewat Otak, perjalanannya agak tersendat.
Otak tdk lagi " Encer", krn Sel2 Otak adalah yg paling boros mengkonsumsi Makanan & Oksigen, ini yg mengakibatkan STROKE...!!

Kesehatan

Thursday, 21 September 2017

Berkata Abdul Malik bin Umair:
"Satu-satunya manusia yang tidak tua adalah orang yang selalu membaca Al-qur'an".
"Manusia yang paling jernih akalnya adalah para pembaca Al-qur'an".

Berkata Al-imam Qurtubi :
"Barang siapa yang membaca Al-qur'an,  maka Allah akan menjadikan ingatannya segar meskipun umurnya telah mencapai 100 tahun".

Imam besar Ibrahim al-Maqdisi memberikan wasiat pada muridnya Abbas bin Abdi Daim rahimahullah.
"Perbanyaklah membaca Al-qur'an jangan pernah kau tinggalkan, kerana sesungguhnya setiap yang kamu inginkan akan di mudahkan setara dengan yang kamu baca".

Berkata Ibnu Shalah :
"Bahwasannya para Malaikat tidak diberi keutama'an untuk membaca Al-qur'an,  maka oleh karena itu para Malaikat bersemangat untuk selalu mendengar saja dari baca'an manusia".

Berkata Abu Zanad :
"Di tengah malam,  aku keluar menuju masjid Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam sungguh tidak ada satu rumahpun yang aku lewati melainkan pada nya ada yang membaca Al-qur'an".

Berkata Shaikhul Islam ibnu Taimiyyah:
 "Tidak ada sesuatu yang lebih bisa memberikan nutrisi otak, kesegaran jiwa, dan kesehatan tubuh serta mencakup segala kebahagiaan melebihi dari orang yang selalu melihat kitabullah ta'ala".
"Bergantunglah pada Alqur'an niscaya kau akan mendapatkan keberkahan".

Berkata sebagian ahli tafsir :
"Manakala kita menyibukkan diri dengan Al-qur'an maka kita akan di banjiri oleh sejuta keberkahan dan kebaikan di dunia".
"Kami memohon kepada Allah agar mberikan taufiqnya kepada Kami dan semua yang membaca tulisan ini untuk selalu membaca Al-qur'an dan mengamalkan kandungannya".

Bila anda Cinta pada Alqur'an maka sebarkanlah. Demi Allah, sekian banyak orang yang membaca Alqur'an maka pahala akan mengalir pd anda.

Umur kita terlalu singkat
... hingga ALLAH kurniakan  lailatul qadar untuk menambah umur amal.
Umur kita terlalu singkat
... ALLAH pinta bersilatulrahim untuk memanjangkannya.
Umur kita terlalu singkat
... ALLAH kurniakan Puasa Enam hari di bln Syawal spt berpuasa setahun.
Umur kita terlalu singkat
... ALLAH kurniakan baca Surah Al-Ikhlas spt membaca sepertiga Al-Quran.
Umur kita terlalu singkat
... ALLAH kurniakan Sholat di Masjidil Haram spt sholat 100 ribu lebih di masjid lain.
Umur kita terlalu singkat
... ALLAH kurniakan Sholat berjemaah nilainya 27x lebih drpd sholat sendirian.
Umur kita terlalu singkat
... ALLAH kurniakan Sholat sunat di rumah nilainya 25x lebih dpd sholat dilihat mata orang
Hidup ini terlalu singkat
... ALLAH kurniakan satu huruf bacaan Al-Quran dgn 10 pahala/kebaikan.
Hidup ini terlalu singkat
...ALLAH kurniakan siapa yg beramal jariyah, berbagi ilmu yg bermanafaat, dan menjadikan anak2nya yg soleh, pahalanya akan terus mengalir ke alam kuburnya.
Wahai diri..., usia umat Nabi Muhammad Saw. rata2 hanya 63 - 65 tahun. Kalau saat ini usia kita Sdh 45 th, paling lama 20 th lagi Malaikat Al Maut akan menjemput kita..

HIDUP INI TERLALU SINGKAT... JANGANLAH DISIA-SIAKAN KESEMPATAN YG DIBERIKAN ALLAH SWT. ...
Baarakallah......

Semoga bermanfaat.

Source : Media Platform

Al-Quran

Wednesday, 20 September 2017

Buat Saudaraku
ini untuk Mengingatkan kembali jangan malas baca,
Cara Penyembuhan Penyakit dengan buah buahan/sayur-mayur yang ada di sekitar kita :      
01.Wanita dilarang
      menarik barang
      beban, wanita harus
      mendorong.                        
02.Jalan 50 langkah
      memperbaiki tulang
      tubuh, menaiki 20
      anak tangga
      memperbaiki tulang
      lutut.
03.Kopi tidak disarankan
      bagi WANITA, karena
      dapat menyebabkan
      Osteoporosis dan
      mempercepat
      menopause.
04.Rebus 10 helai daun
     Salam dengan 2 gelas
     air, minum tiap hari
     selama 12 hari untuk
     menurunkan kolestrol
     dan darah tinggi.
05.Penyebab darah tinggi
     adalah kekurangan
     kalium. Semangka
   , Timun adalah sumber
     Kalium (disarankan
     Semangka Kuning).
06.Jus pear + stroberi 4
      buah menaikkan daya
      tahan tubuh.
07.Anggur hitam
     Menguatkan Jantung,
     Anggur Hijau
     melangsingkan Tubuh,
     Anggur Merah
     melebarkan Pembuluh
     darah (agar tdk
     tersumbat / anti
     Kolestrol).
08.Labu kuning baik
     untuk mempertajam
     daya ingat anak
   , dimakan wanita hamil
     lebih baik.Untuk pria
     Dewasa, Pumpkin
     berguna untuk
     menghasilkan Sperma
     berkualitas.
09.Pisang untuk yang
     sering kram dan
     Kesemutan.
10.Manggis paling baik
     untuk tulang.
11.Paprika
     menyembuhkan
     Diabetes, Sakit Tulang
     dan anti Kanker.
12.Apel + buncis di juice
     bersama dapat
     menjadi obat
     Pankreas/Diabetes.
13.Makan sayuran hijau
     Siang hari anti Stroke.
14.Sayur memastikan
     Protein tidak menjadi
     Kanker.
15.Sayur memastikan
      Karbo tidak menjadi
      Diabetes    

Panduan Kesehatan
---------------------------
01.Sering makan lalu
     tidur bisa kena Kanker
     Lambung karena Mag
     tidak dapat istirahat
02.Hanya boleh makan
     Empat butir telur per
     minggu, selebihnya tdk
      baik
03.Pantat Ayam
      mengandung
      Karsinogen (Penyebab
      Kanker), jangan
      makan Pantat Ayam
04.Makan buah
     seharusnya Before
     meal, bukan After Meal
05.Saat Haid jangan
     minum teh apalagi teh
     hijau, sebaiknya
     makan sesuatu yang
     bisa Nambah Darah
06.Jangan terlalu banyak
     minum susu kacang,
     jangan pake telur dan
     gula
07.Makan Tomat
     sebaiknya After Meal,
     jangan perut Kosong
08.Tiap pagi bangun tidur
      minum  Segelas air
      putih bisa cegah batu
      empedu
09. Tiga (3) jam sebelum tidur
     jangan makan lagi,
     bisa gemuk
10.Jangan minum teh
     susu atau (teh tarik /
     buble tea) karena
     tinggi Kalori tinggi
     Lemak tidak Bergizi
     dan bisa Darah Tinggi
     Kencing Manis
11.Jangan makan Roti
      yang baru keluar dari
      oven
12.Charger HP jangan
     dekat tempat tidur,
     harus berjarak 30 cm
     lebih dari posisi tidur.
13.Tiap hari minum air
      8-10 gelas untuk
      hindari kanker
      Kantong Kemih
14.Siang hari harus
     banyak minum air
     Putih, malam hari
     harus sedikit minum
     Air putih.
15.Minum kopi jangan
     melebih dua cangkir
     per hari, bisa
     menyebabkan
     Insomnia dan penyakit
     Mag ( Lambung ).
16.Jangan makan
     makanan yang tinggi
     Lemak karena butuh
     5~7 jam pencernaan,
     mengakibatkan darah
     terpusat pada
     pencernaan dan
     mengakibatkan
     ngantuk krn otak
     kekurangan supply
     Darah.
17.Setelah jam Lima sore
     jangan makan banyak
     Karena Tubuh kita
     tidak butuh banyak
     Kalori
18.Sepuluh jenis
     makanan sehat

  • Ikan laut dalam,
  • Pisang, 
  • Jeruk bali
  • Roti full Gandum,
  • Sayur Bayam,
  • Bawang Putih
  • Pumpkin, 
  • Susu low Fat, 
  • Daging ayam, 
  • Buah Cherry

19.Kurang tidur bikin otak
     tumpul, biasakan tidur
     siang bisa awet muda.

Air lemon Panas bisa menolong anda seumur hidup
Lemon Panas membunuh Sel Kanker.
Terimakasih.

Semoga Bermanfaat untuk kita semua dan orang lain
SALAM HANGAT DARI dr. Deo Valendra Pahrudin

Source : Media Platform

Buah-Buahan

Tuesday, 19 September 2017

Di Ji’ranah hari itu ada kekecewaan. Ada kebijakan Rasulullah yang tak dipahami. 
Ada keputusan yang disalah mengerti. Sangat manusiawi kelihatannya. Orang-orang Anshar merasa disisihkan selepas perang Hunain yang menggemparkan. 

Mereka telah berjuang total. Mereka berperang di sisi Rasul dengan penuh kecintaan. Tapi, harta rampasan perang lebih banyak dibagikan pada orang-orang Quraisy dan kabilah-kabilah Arab lainnya. Sementara pada mereka, seakan hanya memperoleh sisa.

Padahal, semua orang tahu, sebagaimana Rasul pun juga mengetahuinya: merekalah yang berjuang dengan sepenuh iman ketika orang-orang Quraisy dan kabilah Arab itu lari tunggang langgang pada serangan pertama pasukan Malik bin Auf An-Nashry. 
Mesjid Ji'ronah

Maka, hari itu di Ji’ranah, ada yang kasak-kusuk, ada yang memercikan api, “Demi Allah, Rasulullah shallallahu aalaihi wasallam telah bertemu kaumnya sendiri!” Kalimat itu jelas sarat kekecewaan.

Hari itu juga utusan Anshar, Sa’d bin Ubadah menemui Sang Rasul. Hatinya gusar. Ia ingin segera sampaikan apa yang dirasakan sahabat Anshar pada beliau. Ada yang mengganjal di hati, tapi (mungkin) mereka anggap tak layak untuk disampaikan. Sa’d bin Ubadahlah yang memberanikan diri. 

“Ya Rasulullah, dalam diri kaum Anshar ada perasaan mengganjal terhadap engkau, perkara pembagian harta rampasan perang. Engkau membagikannya pada kaummu sendiri dan membagikan bagian yang teramat besar pada kabilah Arab, sementara orang-orang Anshar tidak mendapat bagian apapun.”

Kita menangkap protes itu disampaikan dengan lugas tapi tetap santun. Ada kecewa, tapi iman mereka mencegahnya dari sikap yang merendahkan. Ada ganjal di hati, tapi bukan amarah tak terkendali.

“Lalu, kamu sendiri bagaimana Sa’d?” tanya Sang Rasul.

“Wahai Rasulullah, aku tidak punya pilihan lain, selain harus bersama kaumku.” Jawab Sa’d menjelaskan perasaannya. Jujur. Apa adanya. Ia tidak menutup-nutupi bahwa dirinya juga kecewa. Rasulullah lalu meminta mengumpulkan semua orang Anshar. Pada mereka Rasul menenangkan.

“Bukankah dulu aku datang dan kudapati kalian dalam kesesatan, lalu Allah berikan kalian petunjuk? Bukankah dulu saat aku datang kalian saling bertikai, lalu Allah menyatukan hati kalian? Bukankah dulu saat aku datang, kalian dalam keadaan miskin, lalu Allah mengayakan kalian?” 

Orang-orang Anshar itu membenarkan. Mereka memang sedang dilanda kecewa, tapi lihatlah betapa mereka memilih diam, dan tidak balik menyerang dengan kata-kata dan argumentasi yang dapat diungkapkan. 

Disebabkan iman sematalah mereka bersikap hormat pada Sang Rasul, meski mereka teramat kecewa. Saya bayangkan hari itu di Ji’ranah. Para sahabat yang mengelilingi Rasulullah.

“Demi Allah, jika kalian mau kalian bisa mengatakan, ‘Engkau dulu datang kepada kami dalam keadaan didustakan, lalu kami membenarkan. Engkau dulu datang kepada kami dalam keadaan lemah, lalu kami menolongmu. Engkau dulu datang kepada kami dalam keadaan terusir, lalu kami memberikan tempat. Engkau dulu datang kepada kami dalam keadaan miskin, lalu kami yang menampungmu.” 

Saya bayangkan Rasul yang mulia menghela nafas sejenak. Dapat kita rasakan kata-kata itu menggetarkan dada orang-orang yang diliputi iman itu. Saya bayangkan tempat itu mendadak senyap, kecuali suara Rasulullah yang teduh. Beberapa sahabat mulai menitikkan airmata.

“Apakah ada hasrat di hati kalian pada dunia?” tanya Rasulullah tanpa susulan jawab dari para sahabat. Semua terdiam. 

Pertanyaan itu mengetuk sisi terdalam dari jiwa para sahabat. Jiwa yang sejak semula disemai iman. 

“Padahal, dengan dunia itu aku hendak mengambil hati segolongan orang agar masuk Islam.” Rasul mulai menjelaskan alasan kebijakannya. 

Saya bayangkan para sahabat Anshar yang mengangguk paham dalam diam. “Sedangkan terkait keimanan kalian, aku sudah teramat percaya.” Kata-kata itu begitu dalam dan jujur. 

Tetes airmata tak kuasa lagi ditahan. Terlebih ketika Rasulullah melanjutkan, “Apakah kalian tidak berkenan di hati jika orang-orang lain pergi membawa onta dan domba, sementara kalian pulang bersama Rasul Allah?”

Sebuah perbandingan yang kontras. Kesadaran itu hadir tidak tiba-tiba. Tangis para sahabat meledak. Jika bukan karena iman, kekuatan apa yang mampu menghadirkan kesadaran setelah kekecewaan? Sungguh, iman merekalah yang menyebabkan semua itu terjadi.

Kisah di atas teramat panjang. Dari dalamnya kita belajar bagaimana dalam komunitas kebaikan sekalipun, kekecewaan itu nyaris tak dapat dielakkan. 

Setiap kita mungkin pernah kecewa. Sebabnya bisa bermacam-macam. Tapi sebagiannya karena kita tak persepaham dengan orang lain; apakah kelakuannya, kebijakannya, pernyataannya, perhatiannya, atau apapun. Kita pun bisa kecewa karena merasa tidak mendapat dukungan yang memadai. Kecewa itu bisa muncul dimana-mana, bahkan dalam dakwah sekalipun.

Di dalam bilik-bilik rumah bisa lahir kekecewaan. Suami kecewa pada istri atau sebaliknya, istri kecewa dengan suami. Di ruang-ruang kerja, kekecewaan dapat juga timbul. Di manapun ketika kita berinteraksi dengan orang lain, kekecewaan bisa hadir tiba-tiba. 

Dalam dakwah, kecewa bisa juga tumbuh bagai ilalang. Sebabnya bisa bermacam-macam. Gagasan yang ‘dianggap’ tidak diperhatikan, selera-selera yang tak sama, kebijakan qiyadah yang tak memenuhi keinginan kita, perilaku dan tindakan ikhwah, dan yang lain.

Hanya kekuatan imanlah yang mampu menjaga kita dari penyikapan yang salah saat kecewa. 
Sebagian di antaranya menyikapi dengan marah, kalap, bahkan bisa juga dengan ‘mutung.’ 

Sebagian yang lain menyikapi dengan cara-cara yang lebih arif dan bijak. 

Jika kecewa datang menggerogoti, periksalah kembali orientasi kita.

Periksa pula niat-niat kita dalam beramal dan beraktivitas. Inilah saat paling tepat untuk menakar motif dan orientasi kita. 

Semoga pengiring atas rasa kecewa adalah sikap lapang dada, semangat beramal yang makin menggelora, keikhlasan yang mempesona, dan penghormatan pada sesama.

Jangan biarkan, kekecewaan ditanggapi dengan aktivitas yang tidak memuliakan kita. Jangan pula sampai kekecewaan menyeret kita pada devisit iman dan juga devisit emosi. 

Sedari awal, kita memilih jalan dakwah,  bukan karena ingin selalu disenangkan. Bukan pula hasrat untuk terus dimenangkan. Kadang tak semua hasrat hati mesti terturuti. Begitulah tabiat perjalanan ini; kesediaan untuk berjalan bersama, mesti diikuti lapang dada atas segala kecewa yang muncul menggoda. 

Kita memilih jalan dakwah semata karena berharap ridha Allah. Seluruh rasa kecewa itu hanyalah liliput atas kerinduan kita yang besar atas keridlaan Allah. 

Semoga Allah menjaga keistiqamahan kita dan menguatkan keikhlasan kita dalam beramal.

Source : Media Platform
EMPAT PERKARA SEBELUM TIDUR WALAU SESIBUK APAPUN DENGAN TUGAS HARIAN.
---------------
Rasulullah berpesan kepada siti Aisyah ra.
“ Ya, Aisyah! Jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara yaitu :
  1. Sebelum khatam al-Quran.
  2. Sebelum menjadikan para nabi ber-syafaat untuk mu di hari kiamat.
  3. Sebelum para muslimin me-ridha-i engkau.
  4. Sebelum engkau melaksanakan haji dan umrah".
Bertanya Siti Aisyah :
“Ya Rasulullah ! bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika? “
Rasulullah tersenyum dan bersabda :
  1.  “Jika engkau akan tidur,bacalah surah Al –Ikhlas tiga kali, Seakan-akan engkau telah meng-khatamkan Al-Quran. ” Bismillaahirrahmaa nirrahiim, ‘Qul huallaahu ahad’ Allaah hussamad’ lam yalid walam yuulad’ walam yakul lahuu kufuwan ahad’ ( 3x ) “
  2. "Bacalah shalawat untukku dan untuk para nabi sebelum aku". Maka, kami semua akan memberimu syafaat di hari kiamat. “ Bismillaahirrahmaa nirrrahiim, Allaahumma shallii ‘alaa saiyyidina Muhammad wa’alaa aalii saiyyidina Muhammad ( 3x ) “
  3. “Beristighfarlah” untuk para mukminin maka mereka akan me-ridha-i engkau.“ Astaghfirullaah hal 'adziim al lazhii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum wa atuubu ilaih ( 3x ).
  4.  Dan Perbanyak lah “bertasbih, bertahmid , bertahlil dan bertakbir”. Maka seakan-akan engkau telah melaksanakan ibadah haji dan umrah. “ Bismillaahirrahmaa nirrrahiim Subhanallaah Walhamdulillaah Walaa ilaaha illallaah hu wallah hu akbar " ( 3x ).
Sampaikanlah kepada orang lain. Maka, ini akan menjadi sedekah jariah pada setiap orang yang anda kirimkan pesan ini, dan apabila kemudian dia mengamalkannya, maka kamu juga akan ikut mendapat ganjaran pahalanya In Sha Allah...

Al-quran

Saturday, 9 September 2017





Berdoa Pada Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Semoga kita tidak memiliki hati yang mati yang ditunjukkan dengan beberapa tanda berikut :
  1. Tarkush sholah : Berani meninggalkan sholat fardhu. 
  2. Adzdzanbu bil farhi : Tenang tanpa merasa berdosa padahal sedang melakukan dosa besar (QS al A'raf 3) 
  3. Karhul Qur'an : Tidak mau membaca Al-Qur'an. 
  4. Hubbul ma'asyi : Terus menerus maksiat. 
  5. Asikhru : Sibuknya hanya mempergunjing dan buruk sangka, serta merasa dirinya selalu lebih suci. 
  6. Ghodbul ulamai : Sangat benci dengan nasehat baik dan ulama. 
  7. Qolbul hajari : Tidak ada rasa takut akan peringatan kematian, kuburan dan akhirat. 
  8. Himmatuhul bathni : Gilanya pada dunia tanpa peduli halal haram yang penting kaya. 
  9. Anaaniyyun : tidak mau tau, "cuek" atau masa bodoh keadaan orang lain, bahkan pada keluarganya sendiri sekalipun menderita. 
  10. Al intiqoom : Pendendam hebat. 
  11. Albukhlu : sangat pelit. 
  12. Ghodhbaanun : cepat marah karena keangkuhan dan dengki. 
  13. Asysyirku : syirik dan percaya sekali kepada dukun & prakteknya.
Semoga Allah menghiasi hati kita dengan keindahan iman dan kemuliaan akhlak.
Ya Allah, berikanlah jodoh yang terbaik untuk orang yang membaca dan like status ini.
Ya Allah, berikanlah pasangan yang sholeh dan sholehah untuk orang yang membagikan tulisan ini.
Ya Allah, berikanlah rezeki yang halal dan barokah untuk semua kaum muslimin dan muslimah.
Ya Allah, kabulkanlah doa kami.
Ya Allah, matikanlah kami dalam khusnul khotimah. Aamiin ya Rabbal'alamin.
Umar bin khattab sedang duduk di bawah pohon kurma di dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya para sahabat dan sedang asyik berdiskusi tentang sesuatu. Di kejauhan datanglah tiga orang pemuda. Dua pemuda diantaranya memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit diantara mereka.

Ketika sudah berhadapan dengan Amirul Mukminin, kedua pemuda ini ternyata kakak beradik itu berkata, "Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!" "Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini!".


Umar segera bangkit dan berkata, "Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka wahai anak muda?"

Pemuda lusuh itu menunduk sesal dan berkata, "Benar, wahai Amirul Mukminin."

"Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.", tukas Umar.

Pemuda lusuh itu memulai ceritanya,

"Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan aku untuk suatu urusan muammalah untuk kuselesaikan di kota ini. Sesampainya aku, kuikat untaku pada sebuah pohon kurma lalu kutinggalkan dia. Begitu kembali, aku sangat terkejut melihat seorang laki-laki tua sedang menyembelih untaku, rupanya untaku terlepas dan merusak kebun yang menjadi milik laki-laki tua itu. Sungguh, aku sangat marah, segera kucabut pedangku dan kubunuh ia. Ternyata ia adalah ayah dari kedua pemuda ini."

"Wahai, Amirul Mukminin, kau telah mendengar ceritanya, kami bisa mendatangkan saksi untuk itu.", sambung pemuda yang ayahnya terbunuh. "Tegakkanlah had Allah atasnya!" timpal yang lain.

Umar tertegun dan bimbang mendengar cerita si pemuda lusuh. "Sesungguhnya yang kalian tuntut ini pemuda shalih lagi baik budinya. Dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat', ujarnya.

"Izinkan aku, meminta kalian berdua memaafkannya dan akulah yang akan membayarkan diyat atas kematian ayahmu", lanjut Umar. "Maaf Amirul Mukminin," sergah kedua pemuda masih dengan mata marah menyala, "kami sangat menyayangi ayah kami, dan kami tidak akan ridha jika jiwa belum dibalas dengan jiwa".

Umar semakin bimbang, di hatinya telah tumbuh simpati kepada si pemuda lusuh yang dinilainya amanah, jujur dan bertanggung jawab. Tiba-tiba si pemuda lusuh berkata,"Wahai Amirul Mukminin, tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah qishash atasku. Aku ridha dengan ketentuan Allah" ujarnya dengan tegas, "Namun, izinkan aku menyelesaikan dulu urusan kaumku. Berilah aku tangguh 3 hari. Aku akan kembali untuk diqishash".

"Mana bisa begitu?", ujar kedua pemuda.

"Nak, tak punyakah kau kerabat atau kenalan untuk mengurus urusanmu?" tanya Umar. "Sayangnya tidak ada Amirul Mukminin, bagaimana pendapatmu jika aku mati membawa hutang pertanggung jawaban kaumku bersamaku?" pemuda lusuh balik bertanya.

"Baik, aku akan meberimu waktu tiga hari. Tapi harus ada yang mau menjaminmu, agar kamu kembali untuk menepati janji." kata Umar.

"Aku tidak memiliki seorang kerabatpun di sini. Hanya Allah, hanya Allah lah penjaminku wahai orang-orang beriman", rajuknya.

Tiba-tiba dari belakang hadirin terdengar suara lantang, "Jadikan aku penjaminnya wahai Amirul Mukminin". Ternyata Salman al Farisi yang berkata.

"Salman?" hardik Umar marah, "Kau belum mengenal pemuda ini, Demi Allah, jangan main-main dengan urusan ini".

"Perkenalanku dengannya sama dengan perkenalanmu dengannya, ya Umar. Dan aku mempercayainya sebagaimana engkau percaya padanya", jawab Salman tenang.

Akhirnya dengan berat hati Umar mengizinkan Salman menjadi penjamin si pemuda lusuh. Pemuda itu pun pergi mengurus urusannya.

Hari pertama berakhir tanpa ada tanda-tanda kedatangan si pemuda lusuh. Begitupun hari kedua.

Orang-orang mulai bertanya-tanya apakah si pemuda akan kembali. Karena mudah saja jika si pemuda itu menghilang ke negeri yang jauh.

Hari ketiga pun tiba. Orang-orang mulai meragukan kedatangan si pemuda, dan mereka mulai mengkhawatirkan nasib Salman. Salah satu sahabat Rasulullah saw yang paling utama.

Matahari hampir tenggelam, hari mulai berakhir, orang-orang berkumpul untuk menunggu kedatangan si pemuda lusuh. Umar berjalan mondar-mandir menunjukkan kegelisahannya.

Kedua pemuda yang menjadi penggugat kecewa karena keingkaran janji si pemuda lusuh. Akhirnya tiba waktunya penqishashan, Salman dengan tenang dan penuh ketawakkalan berjalan menuju tempat eksekusi.

Hadirin mulai terisak, orang hebat seperti Salman akan dikorbankan. Tiba-tiba di kejauhan ada sesosok bayangan berlari terseok-seok, jatuh, bangkit, kembali jatuh, lalu bangkit kembali. ”Itu dia!” teriak Umar, “Dia datang menepati janjinya!”. Dengan tubuhi bersimbah peluh dan nafas tersengal-sengal, si pemuda itu ambruk di pengkuan Umar.

”Hh..hh.. maafkan.. maafkan.. Aku..” ujarnya dengan susah payah, “Tak kukira.. urusan kaumku.. menyita..banyak.. waktu..”. ”Kupacu.. tungganganku.. tanpa henti, hingga.. ia sekarat di gurun.. terpaksa.. kutinggalkan.. lalu aku berlari dari sana..” ”Demi Allah”, ujar Umar menenanginya dan memberinya minum,

“Mengapa kau susah payah kembali? Padahal kau bisa saja kabur dan menghilang?”

”Agar.. jangan sampai ada yang mengatakan di kalangan Muslimin tak ada lagi ksatria tepat janji.” jawab si pemuda lusuh sambil tersenyum.

Mata Umar berkaca-kaca, sambil menahan haru, lalu ia bertanya, “Lalu kau Salman, mengapa mau-

maunya kau menjamin orang yang baru saja kau kenal?

" Agar jangan sampai dikatakan, dikalangan Muslimin, tidak ada lagi rasa saling percaya dan mau menanggung beban saudaranya”, Salman menjawab dengan mantap. Hadirin mulai banyak yang menahan tangis haru dengan kejadian itu. ”Allahu Akbar!”

tiba-tiba kedua pemuda penggugat berteriak, “Saksikanlah wahai kaum Muslimin, bahwa kami telah memaafkan saudara kami itu”. Semua orang tersentak kaget.

“Kalian..” ujar Umar, “Apa maksudnya ini? Mengapa kalian..?” Umar semakin haru. ”Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin tidak ada lagi orang yang mau memberi maaf dan sayang kepada saudaranya” ujar kedua pemuda membahana.

”Allahu Akbar!” teriak hadirin. Pecahlah tangis bahagia, haru dan sukacita oleh semua orang.

Sumber : kitab : I'laam al-Naas Bi Ma Waqa'a Lil Bara.




Terjemahan Surat Al-Waqiah
  1. Apabila terjadi hari kiamat,
  2. Tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya.
  3. (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain),
  4. Apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya,
  5. Dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya,
  6. Maka jadilah ia debu yang beterbangan,
  7. Dan kamu menjadi tiga golongan.
  8. Yaitu golongan kanan. alangkah mulianya golongan kanan itu.
  9. Dan golongan kiri. alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
Mungkin sahabat sudah ada yang pernah mendengar kisah ini, tentang keadilan khalifah Umar Bin Khattab dengan seorang Yahudi Tua yang mengadukan masalahnya. Kisah ini diambil dari buku 30 kisah teladan yang ditulis K.H Abdurrahman Arroisi. Buku ini berusia cukup lama yang dicetak sampai sembilan kali (tahun 1986-1994) tapi kisah-kisahnya masih sanggup menggugah keimanan kita 🙂
Umar Bin Khattab
Adil bagi Semua Golongan

Sejak diangkat menjadi gubernur Mesir oleh Khalifah Umar bin Khattab, Amr bin Ash menempati sebuah istana megah yang di depannya terhampar sebidang tanah kosong berawa-rawa, dan diatasnya hanya terdapat gubuk reyot yang hampir roboh. Selaku gubernur, ia menginginkan agar di atas tanah tersebut, didirikan sebuah masjid yang indah dan mewah agar seimbang dengan istananya. Apalagi Amr bin Ash tahu bahwa tanah dan gubuk itu ternyata milik seorang yahudi. Maka yahudi tua pemilik tanah itu dipanggil menghadap istana untuk merundingkan rencana Gubernur Amr bin Ash.

“Hei Yahudi, berapa harga jual tanah milikmu sekalian gubuknya? Aku hendak membangun masjid di atasnya.”

Yahudi itu menggelengkan kepalanya, “Tidak akan saya jual, Tuan.”

“Kubayar tiga kali lipat dari harga biasa?” tanya Gubernur menawarkan keuntungan yang besar.

“Tetap tidak akan saya jual” jawab si Yahudi.

“Akan kubayar lima kali lipat dibanding harga yang umum!” desak Gubernur.

Yahudi itu mempertegas jawabannya, “Tidak.”

Maka sepeninggal kakek beragama Yahudi itu, Amr bin Ash memutuskan melalui surat untuk membongkar gubuk reyotnya dan mendirikan masjid besar di atas tanahnya dengan alasan kepentingan bersama dan memperindah pemandangan mata. Yahudi pemilik tanah dan gubuk tidak bisa berbuat apa-apa menghadapi tindakan penguasa. Ia cuma mampu menangis dalam hati. Namun ia tidak putus asa memperjuangkan haknya. Ia bertekad hendak mengadukan perbuatan gubernur tersebut kepada atasannya di Madinah, yaitu Khalifah Umar bin Khattab.

Sungguh ia tak menyangka, Khalifah yang namanya sangat tersohor itu tidak mempunyai istana yang mewah. Ia bahkan diterima Khalifah di halaman masjid Nabawi, di bawah sebatang pohon kurma yang rindang.

“Ada keperluan apa Tuan datang jauh-jauh kemari dari Mesir?” tanya Khalifah Umar. Walaupun Yahudi tua itu gemetaran berdiri di depan Khalifah, tetapi kepala negara yang bertubuh tegap itu menatapnya dengan pandangan sejuk sehingga dengan lancar ia dapat menyampaikan keperluannya dari semenjak kerja kerasnya seumur hidup untuk dapat membeli tanah dan gubuk kecil, sampai perampasan hak miliknya oleh gubernur Amr bin Ash dan dibangunnya masjid megah diatas tanah miliknya.

Umar bin Khattab mendadak merah padam mukanya. Dengan murka ia berkata, “Perbuatan Amr bin Ash sudah keterlaluan.” Sesudah agak reda emosinya, Umar lantas menyuruh Yahudi tersebut mengambil sebatang tulang dari tempat sampah yang treronggok di dekatnya. Yahudi itu ragu melakukan perintah tersebut. Apakah ia salah dengar? Oleh sang Khalifah, tulang itu digoreti huruf alif lurus dari atas ke bawah, lalu dipalang di tengah-tengahnya menggunakan ujung pedang. Kemudian tulang itu diserahkan kepada si kakek seraya berpesan, “Tuan. Bawalah tulang ini baik-baik ke Mesir, dan berikanlah pada gubernurku Amr bin Ash.”

Yahudi itu semakin bertanya-tanya. Ia datang jauh-jauh dari Mesir dengan tujuan memohonkan keadilan kepada kepala negara, namun apa yang ia peroleh? Sebuah tulang berbau busuk yang cuma digoret-goret dengan ujung pedang. Apakah Khalifah Umar tidak waras?

“Maaf, Tuan Khalifah.” ucapnya tidak puas, “Saya datang kemari menuntut keadilan, namun bukan keadilan yang Tuan berikan. Melainkan sepotong tulang yang tak berharga. Bukankah ini penghinaan atas diri saya?”

Umar tidak marah. Ia meyakinkan dengan penegasannya, “Hai, kakek Yahudi. Pada tulang busuk itulah terletak keadilan yang Tuan inginkan.”

Maka, walaupun sambil mendongkol dan mengomel sepanjang jalan, kakek Yahudi itu lantas berangkat menuju tempat asalnya dengan berbekal sepotong tulang belikat unta berbau busuk. Anehnya, begitu tulang yang tak bernilai tersebut diterima oleh gubernur Amr bin Ash, tak disangka mendadak tubuh Amr bin Ash menggigil dan wajahnya menyiratkan ketakutan yang amat sangat. Seketika itupula ia memerintahkan segenap anak buahnya untuk merobohkan masjid yang baru siap, dan supaya dibangun kembali gubuk milik kakek Yahudi serta menyerahkan kembali hak atas tanah tersebut.

Anak buah Amr bin Ash sudah berkumpul seluruhnya. Masjid yang telah memakan dana besar itu hendak dihancurkan. Tiba-tiba kakek Yahudi mendatangi gubernur Amr bin Ash dengan buru-buru.

“Ada perlu apalagi, Tuan?” tanya Amr bin Ash yang berubah sikap menjadi lembut dan penuh hormat. Dengan masih terengah-engah, Yahudi itu berkata, “Maaf, Tuan. Jangan dibongkar dulu masjid itu. Izinkanlah saya menanyakan perkara pelik yang mengusik rasa penasaran saya.”

“Perkara yang mana?” tanya gubernur tidak mengerti.

“Apa sebabnya Tuan begitu ketakutan dan menyuruh untuk merobohkan masjid yang dibangun dengan biaya raksasa, hanya lantaran menerima sepotong tulang dari Khalifah Umar?”

Gubernur Amr bin Ash berkata pelan,”Wahai Kakek Yahudi. ketahuilah, tulang itu adalah tulang biasa, malah baunya busuk. Tetapi karena dikirimkan Khalifah, tulang itu menjadi peringatan yang amat tajam dan tegas dengan dituliskannya huruf alif yang dipalang di tengah-tengahnya.”

“Maksudnya?” tanya si kakek makin keheranan.

“Tulang itu berisi ancaman Khalifah: Amr bin Ash, ingatlah kamu. Siapapun engkau sekarang, betapapun tingginya pangkat dan kekuasaanmu, suatu saat nanti kamu pasti akan berubah menjadi tulang yang busuk. Karena itu, bertindak adillah kamu seperti huruf alif yang lurus, adil di atas dan di bawah, Sebab, jika engkau tidak bertindak lurus, kupalang di tengah-tengahmu, kutebas batang lehermu.”

Yahudi itu menunduk terharu. Ia kagum atas sikap khalifah yang tegas dan sikap gubernur yang patuh dengan atasannya hanya dengan menerima sepotong tulang. Benda yang rendah itu berubah menjadi putusan hukum yang keramat dan ditaati di tangan para penguasa yang beriman. Maka yahudi itu kemudian menyerahkan tanah dan gubuknya sebagai wakaf. Setelah kejadian itu, ia langsung menyatakan masuk Islam.

Subhanallah….