Blog ini berisi sirah atau sejarah atau kisah-kisah islam yang mengispirasi, renungang, amalan, serta kesehatan

Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Thursday, 11 January 2018

1. Paganisme Bangsa Arab

Mayoritas bangsa Arab sebelum datangnya Islam mereka menganut agama yang di anut oleh Nabi Ibrahim A.S. Hal ini terjadi  sejak keturunannya berkembang di Mekkah dan menyebar ke seantero jazirah. Mereka semua menyembah Allah, mengesakkan-Nya, dan melaksanakan dengan konsisten syariat-syariat agamaNya hingga waktu yang cukup lama.  Namun seiring waktu  berlalu, mereka mulai melupakan syariat yang diajarkan dari agama ini.

Apalagi setelah kepulangan Amr bin Luhay dari Syam yang membawa sesuatu untuk di sembah. Di sanalah awal mula penyembahan berhala. Disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda : 
"Aku melihat Amir ibn Luhay ususnya ditarik di dalam neraka"
Alasannya, karena dialah orang yang pertama kali mengubah agama Ibrahim. Dialah yang mengadakan berhala-berhala. Amir Ibn Luhay (pemimpin kabilah Khuza'ah. Dia gigih menyeru kepada kebaikan, gemar bersedekah, tekun pulan menjalankan perintah agama. Dia di sukai oleh masyarakatnya. Dan mereka tunduk kepadanya dan menyakini bahwa dia termasuk ulama besar dan salah satu wali pilihan Allah.

Suatu ketika dia melakukan perjalanan ke Syam. Di sana dilihatnya penduduk melakukan penyembahan berhala. Diyakininya bahwa hal itu baikdan benar sebab menurutnya Syam adalah tempat diutus para rasul dan tempat turunnya kitab-kitab Allah.

Maka pulanglah dia dengan membawa berhala bernama Hubal. Di taruhnya Hubal di tengah Ka'bah lalu di ajaknya peduduk Mekkah menyekutukan Allah (menyembah berhala). Tidak butuh waktu lama, orang-orang Hijaz juga mengikuti penduduk Mekkah karena mengganggap mereka sebagai penanggungjawab Baitullah dan Tanah Suci.

Di kisahkan Hubal adalah berhala dari batu akik merah. Berbentuk manusia dengan tangan kanan putus. Orang-orang Quraisy mendapatinya sudah dalam keadaan seperti itu lalu mereka menggantikannya dengan tangan baru dari emas. Itulah berhala pertama yang di miliki oleh orang-orang musyrik saat itu, yang paling besar serta paling suci menurut mereka. 

Berhala lain yang paling kuno adalah Manat. Berhala ini milik Bani Hudzail dan Khuza’ah. Dia ditempatkan di Musyallal, di pesisir Laut Merah dekat Qudaid. Musyallal adalah jalan perbukitan yang menurun ke arah Qudaid.

Kemudian ada pula berhala lain yang dinamai Lata dan di tempatkan di Tha’if. Berhala ini milik Bani Tsagif. Lokasinya di sebelah kiri Masjid Tha’if saat ini.

Satu lagi berhala lain bernama Uzza di lembah Nakhlah asy-Syamiyah di atas Dzatu Irqin. Berhala ini milik suku Quraisy, Bani Kinanah, dan sejumlah kabilah lainnya.
Ka'bah Baitullah
Ka'bah Baitullah
Konon Amr ibn Luhay punya pembantu dari kalangan jin. Sang jin memberitahunya bahwa berhala-berhala kaum Nabi Nuh, yakni Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr terkubur di Jeddah. Amr melakukan penelusuran dan penggalian untuk mencari berhala-berhala tersebut. Setelah menemukannya, dibawa keseluruhannya ke Tihamah. Ketika musim haji tiba, berhala-berhala itu di berikannya kepada sejumlah kabilah untuk mereka bawa pulang ke kampong halaman masing-masing. 

Berhala wadd diberikan kepada bani Kalb. Mereka menaruhnya di Jarasy, suatu tempat di Dumatul Jandal yang termasuk wilayah Syam setelah Irak. Berhala Suwa’ berada di tangan Bani Hudail ibn Mudrikah. Mereka menempatkannya di Ruhath, sebuah wilayah Hijaz dari arah pantai dekat Mekkah. Berhala Yaghuts dipegang oleh Bani Ghuthaif dari Bani Murad. Mereka meletakkannya di daerah bernama Hurf di Saba’. Berhala Ya’uq berada di tangan Bani Hamdan yang tinggal di desa Khaiwan, masuk wilayah Yaman. Khaiwan adalah induk dari bani Hamdan. Sedangkan berhala Nars dimiliki oleh kabilah Himyar yang dipegang oleh keluarga Dzil Kula’ di wilayah Himyar.

Berhala-berhala tersebut dibuatkan kuil khusus. Mereka memuliakan kuil-kuil ini seperti memuliakan Ka’bah. Ada juru kunci, tabir penutup khusus, atau kiriman sesaji sebagaimana yang ada di Ka’bah. Padahal, mereka tahu bahwa Ka’bah lebih mulia daripada tempat-tempat itu.

Kabilah-kabilah lain juga menempuh jalan serupa. Mereka membuat berhala yang mereka jadikan Tuhan dan membangun kuil untuk berhala-berhala itu. Di antaranya kuil Dzul Khalashah milik suku Daus, Khats’am dan Bajilah di Yaman, tepatnya di daerah Tabalah, antara Mekkah dan Yaman. Ada pula kuil Fils milik Bani Tha’ dan suku-suku sekitarnya, dibangun di antara bukit Tha’I, Salma, dan Aja’. Kemudian kuil Rayyam yang dibangun di Shan’a, milik ibn Sa’ad ibn Zaid, Manat ibn Tamim. Ada juga kuil Ka’ab milik Bani Bakar dan Taghlab, putra dari Wail dan Iyad, yang dibangun di Sandad.

Bani Daus memiliki berhala lain lain, yaitu Dzul Kaffain. Bani Bakar, Malik dan Mulkan keturunan dari Kinanah punya berhala bernama Saad. Berhala suku Udzrah dinamai Syam. Sementara itu, suku Khaulan memuja berhala bernama Umyanis.

Demikianlah berhala-berhala berikut kuilnya tersebar di seantero Jazirah Arab. Dapat dipastikan, setiap kabilah punya berhala sendiri. Bahkan pada perkembangan selanjutnya, setiap rumah punya berhala, tidak Cuma itu, Masjidil Haram pun penuh dengan bermacam-macam berhala.

Ketika Rasulullah SAW menaklukkah Mekkah, Baitullah dihuni oleh 360 berhala. Beliau menghancurkan berhala-berhala itu sampai berkeping-keping lalu memerintahkan untk mengeluarkan semuanya dari dalam masid dan membakarnya.

Bagian dalam Ka’bah pun tak luput dari berhala dan lukisan. Ada berhala berwajah Ibrahim dan Ismail yang sedang memegang alat pengundi nasib. Sejak pembebsan kota Mekkah, semua berhala disingkirkan dan seluruh lukisan dihapus bersih-bersih.

Manusia saat itu asik dengan kesesatan-kesesatan macam itu. Abu Raja' al-Utharidi mengenang, 
"Suatu saat kami pernah menyembah batu. Ketika menemukan batu yang lebih bagus, kami pun mencampakkan batu pertama dan menggantinya dengan batu kedua yang lebih bagus. Kalau tidak menemukan batu sama sekali, kami membuat gundukan tanah kemudian menggiring kambing-kambing dan memerah susu di atasnya, kemudian kami mengelilinginya"

Singkat kata, kemusyrikan dan paganism merupakan adat dan tradisi paling fenomenal dari agama-agama orang jahiliyah, kendati demikian, mereka merasa masih mengikuti agama Ibrahim.

2. Ritual Ibadah Untuk Berhala

Adapun ritual ibadah terhadap berhala-berhala itu sekedar mengekor ritual ibadah ciptaan Amr ibn Luhay. Mereka menyakini ritual apapun yang diciptakan oleh Amr ibn Luhay sebagai perkara yang baik dan tidak mengubah agama  Ibrahim. Ritual-ritual itu misalnya sebagai berikut :
  1. Mengintari berhala, mohon perlindungan kepadanya tatkala menghadapi kesulitan. Mereka berdoa kepada berhala agar keinginan dan hajat mereka terkabul. Mereka melakukannya dengan keyakinan bahwa berhala-berhala itu bisa menolong di sisi Allah dan mewujudkan apa yang mereka inginkan.
  2. Berjanji dan thawaf mengililingi berhala. Mereka tunduk dan sujud di hadapannya.
  3. Mempersembahkan aneka kurban. Mereka menyembelih ternak kurban di hadapan berhala atau menyembelih ternah atas nama berhala mereka di manapun.
  4. Mempersembahkan sesajian secara khusus berupa makanan, minuman, hasil panen, atau hewan ternak. 
  5. Bernazar untuk mempersembahkan sebagian hasil panen dan ternak mereka kepada berhala.
  6. Di antara unta mereka ada yang disebut bahirah,sa’ibah, washilah dan hami. Menurut Sa’id ibn Musayyab, bahirah adalah unta yang air susunya khusus dipersembahkan kepada berhala. Tidak seorangpun boleh memerahnya. Sementara itu, sa’ibah adalah unta yang di biarkan begitu saja untuk tuhan-tuhan mereka. Unta ini sama sekali tak boleh ditunggangi. Washilah adalah unta betina yang melahirkan anak pertama betina, disusul anak kedua betina pula. Unta itu dibiarkan begitu saja untuk berhala-berhala jika antara anak pertama dengan anak kedua yang sama-sama betina tidak dipisah dengan yang jantan. Hami adalah unta jantan yang mampu membuntingi betinya hingga sepuluh kali. Jika sudah genap sepuluh kali mereka menyerahkannya kepada berhala dan tidak lagi membebani atau menungganginya.

Begitu banyak kesesatan dan kebodohan di kala itu sehingga datanglah Islam sebagai cahaya kehidupan. Menyembah berhala hanyalah satu dari sekian banyak kesesatan dan kebodohan. Belum lagi dengan kasus asusila dan amoral lainya. Maka, jika kita belajar tentang bagaimana kehidupan sebelum datangnya Islam. Sungguh kita akan merasakan dan memahami bahwa "Islam adalah benar-benar agama rahmatan lil'alamin"

- Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri, Sirah Nabawiyah

Friday, 8 December 2017

Luangkan waktu sejenak untuk membaca ini kawan. Semoga Allah menjauhkan kita semua dari Api neraka. Sungguh hanya Allah sebaik-baik Pelindung. 

Yazid Ar-Raqqsyi meriwayatkan dari Anas bin Malik “Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah pada waktu yang tidak biasa dengan raut muka yang berbeda dari biasanya. Rasulullah bertanya: Wahai Jibril, kenapa Aku melihat raut mukamu berbeda? Jibril menjawab, "Wahai Muhammad, aku datang kepadamu pada saat Allah memerintahkan supaya api neraka dinyalakan. Tidak pantas jika orang yang mengetahui bahwa neraka, siksa kubur dan siksa Allah itu sangat dasyat untuk bersenang sebelum dirinya merasa aman dari ancaman itu." Rasulullah menjawab: "Wahai Jibril, lukiskanlah keadaan neraka itu kepadaku."
Dasyatnya Siksa : Rasulullah pingsan mendengar penjelasan Jibril tersebut
Jibril berkata:  "Baik, ...Ketika Allah swt menciptakan neraka, apinya dinyalakan seribu tahun hingga berwarna hitam pekat, nyala dan baranya tidak pernah padam."
"Demi Dzat yang mengutus engkau kebenaran sebagai Nabi, seandainya neraka itu berlubang sebesar lubang jarum, niscaya segenap penghuni dunia akan terbakar karena panasnya."
"Demi Dzat yg mengutus Engkau dengan kebenaran sebagai Nabi, seandainya ada baju penghuni neraka itu digantung diantara langit dan bumi, niscaya semua penghuni dunia akan mati karena bau busuk dan panasnya."
"Demi Dzat yg mengutus Engkau kebenaran sebagai Nabi, seandainya sehasta dari mata rantai sebagaimana yang disebutkan didalam al qur’an diletakkan di puncak gunung, niscaya bumi sampai kedalamnya akan meleleh."
"Demi Dzat yang mengutus Engkau kebenaran sebagai Nabi, seandainya ada seorang berada di ujung barat dunia ini disiksa, niscaya orang yang berada di ujung timur akan terbakar karena panasnya."
Neraka itu mempunyai 7 pintu dan masing-masing pintu dibagi-bagi untuk laki-laki dan perempuan.
Rasulullah bertanya; “Apakah pintu-pintu itu seperti pintu kami?”
Jibril menjawab; “Tidak.Pintu itu selalu terbuka dan pintu yang satu berada dibawah pintu yang lain. Jarak pintu yang satu dengan pintu yang lain sejauh perjalan 70 tahun. Pintu yang dibawahnya lebih panas 70 x lipat dari pintu yang diatasnya."

"Musuh-musuh Allah diseret kesana dan jika mereka sampai di pintu itu, malaikat Zabaniyah menyambut mereka dengan membawa rantai dan belenggu. Rantai itu dimasukkan ke dalam mulutnya dan keluar dari duburnya, sedangkan tangan kirinya dibelenggu dengan lehernya, dan tangan kanannya dimasukkan ke dalam dada hingga tembus ke bahu.

Setiap orang yang durhaka itu dirantai bersama setan dalam belenggu yang sama, lantas diseret wajahnya tersungkur dan dipukul oleh malaikat dengan palu. Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalam neraka."

Rasulullah bertanya, "Siapakah penghuni masing-masing pintu itu?"
Jibril menjawab,  "Pintu yang paling bawah namanya Hawiyah.  Pintu neraka Hawiyyah ini adalah pintu neraka yang paling bawah (dasar), yang merupakan neraka yang paling mengerikan. Pintu neraka ini ditempati oleh orang-orang munafik, orang kafir termasuk juga keluarga Fir'aun, dalam neraka Hawiyyah.
Hal ini sebagaimana arti dari firman Allah ;"Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyyah" (QS.Al-Qari'ah :9).

Pintu kedua namanya Jahim.  Yakni pintu neraka tingkatan ke 6. Tingkatan neraka ini di atasnya neraka Hawiyyah. Di dalamnya ditempati oleh orang-orang musyrik yang menyekutukan Allah.  Hal ini sebagaimana arti firman Allah ini :"Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat" (QS.Asy-Syu'araa :91).

Pintu ketiga namanya Saqar, tempat arang-orang shabi'in. Merupakan pintu neraka pada tingkatan ke 5. Di dalam pintu itu ditempati oleh orang-orang yang menyembah berhala atau menyembah patung-patung yang dibuat bangsanya sendiri. Tingkatan pintu neraka ini, terletak di atasnya pintu neraka Jahim. Tentang neraka ini, Allah telah berfirman yang artinya :"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)" (QS. Al-Mudatstsir : 42)

Pintu keempat namanya Ladza,  berisi iblis dan orang-orang yang mengikutinya, serta orang Majusi. Ladza merupakan pintu neraka pada tingkatan nomor 4.  Di dalamnya ditempati Iblis laknatullah beserta orang-orang yang mengikutinya dan orang-orang yang terbujuk rayuannya. Kemudian orang-orang Majusi pun ikut serta menempati neraka Ladza ini. Mereka kekal bersama Iblis di dalamnya. Tingkatan pintu neraka Ladza ini diatasnya pintu neraka Saqar. Dalam hal ini Allah telah berfirman : Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak". (QS. Al-Ma'arij : 15). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Iblis dan para pengikutnya akan dimasukkan ke dalam neraka Ladza. Seperti apa yang dikatakan oleh Malaikat Maut (malaikat Izrail) ketika Iblis hendak dicabut nyawanya, maka malaikat maut itu berkata, bahwa Iblis akan diberi minum dari neraka Ladza.

Pintu kelima namanya Huthamah, tempat orang-orang Yahudi. Merupakan pintu neraka pada neraka tingkatan ke 3. Di dalamnya ditempati oleh orang-orang Yahudi dan para pengikutnya. Pintu neraka Huthamah ini, tingkatannya di atas pintu neraka Ladza yang dihuni para Iblis.  Tentang neraka Huthamah ini, Allah telah berfirman dalam Al-Qur'an : "Dan tahukah kamu, apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan". (QS. Al-Humazah : 5-6).

Pintu keenam namanya Sa'ir, merupakan pintu neraka pada neraka tingkatan ke 2.  Di dalamnya ditempati oleh orang-orang Nashrani dan para pengikutnya. Pintu neraka ini berada di atas tingkatan pintu neraka Huthamah. Mengenai neraka ini, Allah Ta'ala telah berfirman :"Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)".(QS. Al-Insyigaq : 12).

Selanjutnya Jibril terdiam karena merasa segan kepada Rasulullah Saw. kemudian Rasulullah bertanya, "Kenapa engkau tidak memberitahukan penghuni pintu yang ketujuh?" Jibril menjawab : "Pintu ke tujuh namanya pintu neraka Jahanam. Merupakan pintu neraka yang paling atas (pertama). Di dalamnya berisi umatmu yang melakukan dosa-dosa besar dan tidak tobat sampai mereka meninggal dunia."

Rasulullah pingsan mendengar penjelasan Jibril tersebut. Jibril meletakan kepala Rasulullah di pangkuannya sampai Beliau sadar kembali.

Salman Al-Farisi datang dan berdiri di depan pintu seraya berkata, ”Assalaamu'alaikum, yaa ahla baitir rahmah, apakah saya bisa bertemu dengan junjunganku Rasulullah Saw.?" Namun tidak ada yang menjawab, sehingga meraka pun menangis dan terjatuh.

Rasulullah bersabda: "Betapa besar cobaan yang menimpaku dan aku merasa sangat sedih.  Jadi, ada di antara umatku yang akan masuk neraka?"Jibril menjawab, "benar, yaitu umatmu yang mengerjakan dosa-dosa besar.

Kemudian Rasulullah saw. menangis, dan Jibril pun juga ikut menangis. Rasulullah Saw. lantas masuk ke rumahnya dan menyendiri. Beliau hanya keluar rumah jika hendak mengerjakan shalat dan tidak berbicara dengan siapa pun. Dalam shalat beliau menangis dan sangat merendahkan diri kepada Allah Ta’ala.

Pada hari yang ketiga, Abu Bakar r.a. datang ke rumah beliau dan mengucapkan, ”Assalaamu’alaikum, yaa ahla baitir rahmah, apakah saya bisa bertemu dengan Rasulullah SAW. ?” Namun tidak ada seorang pun yang menjawabnya, sehingga Abu Bakar menangis tersedu-sedu.

Umar r.a. datang dan berdiri di depan pintu seraya berkata, ”Assalaamu' alaikum, yaa ahlal baitir rahmah, apakah saya bisa bertemu dengan Rasulullah Saw.?" Namun tidak ada seorang pun yang menjawabnya, sehingga Umar lantas menangis tersedu-sedu.

Kemudian Salman bangkit dan mendatangi rumah Fathimah. Sambil berdiri di depan pintu ia berkata, " Assalaamu' alaikum, wahai putri Rasulullah Saw” sementara Ali r .a. sedang tidak ada di rumah. Salman lantas berkata, "Wahai putri Rasulullah Saw ., dalam beberapa hari ini Rasulullah Saw. suka menyendiri. Beliau tidak keluar rumah kecuali untuk shalat dan tidak pemah berkata-kata serta tidak mengizinkan seseorang untuk masuk ke rumah beliau."

Fathimah lantas pergi ke rumah beliau (Rasulullah). Di depan pintu rumah Rasulullah Saw. Fathimah mengucapkan salam dan berkata, "Wahai Rasulullah, saya adalah Fathimah."
Waktu itu Rasulullah Saw. sedang sujud sambil menangis, lantas mengangkat kepala dan bertanya, ”Ada apa wahai Fathimah, Aku sedang menyendiri. Bukakan pintu untuknya." Maka dibukakanlah pintu untuk Fathimah.

Fathimah menangis sejadi-jadinya, karena melihat keadaan Rasulullah yang pucat pasi, tubuhnya tampak sangat lemah, mukanya sembab karena banyak menangis. Fathimah bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah yang sedang menimpa dirimu wahai ayahku?"  Beliau bersabda, "Wahai Fathimah, Jibril datang kepadaku dan melukiskan keadaan neraka. Dia memberitahu kepadaku bahwa pada pintu yang teratas diperuntukkan bagi umatku yang mengerjakan dosa besar. Itulah yang menyebabkan aku menangis dan sangat sedih."

Fatimah bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana mereka masuk ke neraka itu?" Beliau bersabda, "Mereka digiring ke neraka oleh malaikat. Wajah mereka tidak hitam, mata mereka tidak biru, mulut mereka tidak disumbat, dan mereka tidak dibelenggu ataupun dirantai."

Fatimah bertanya," Wahai Rasulullah, bagaimana sewaktu mereka digiring ke neraka oleh malaikat?"  Beliau bersabda, "Laki-laki ditarik jenggotnya, sedangkan perempuan dengan ditarik rambut ubun-ubunnya. Banyak di antara umatku yang masih muda, ketika ditarik jenggotnya untuk digiring ke neraka berkata, ”Betapa sayang kemudaan dan ketampananku.

”Banyak di antara umatku yang perempuan ketika ditarik ke neraka berkata, ”Sungguh aku sangat malu.” Ketika malaikat yang menarik umatku itu sampai ke neraka dan bertemu dengan Malik, Malik bertanya kepada malaikat yang menarik umatku itu, ”Siapakah mereka itu? Aku tidak pernah melihat orang-orang yang tersiksa seperti mereka. Wajah mereka tidak hitam, mata mereka tidak biru, mulut mereka tidak disumbat, mereka tidak dibarengkan dengan golongan setan, dan mereka tidak dibelenggu atau diikat lehernya?”

Malaikat itu menjawab, "Kami diperintahkan untuk membawa mereka kepadamu dalam keadaan seperti itu.” Malik berkata kepada mereka, ”Wahai orang-orang yang celaka, siapakah sebenarnya kalian ini?” (Dalam hadis yang lain disebutkan, bahwa ketika mereka ditarik oleh malaikat, mereka selalu menyebut-nyebut nama Muhammad. Ketika mereka melihat Malik, mereka lupa untuk menyebut nama Muhammad Saw. karena seramnya Malaikat Malik).

Mereka menjawab, ”Kami adalah umat yang diturunkan Al-Quran kepada kami dan termasuk orang yang mengerjakan puasa pada bulan Ramadhan.”  Malik berkata, "Al-Quran hanya diturunkan untuk umat Muhammad Saw .”

Ketika mendengar nama Muhammad, mereka berteriak seraya berkata, 'Kami termasuk umat Muhammad Saw” .  Malik berkata kepada mereka, ”Bukankah di dalam Al-Quran ada larangan untuk mengerjakan maksiat-maksiat kepada Allah Ta'ala?”

Ketika mereka berada di tepi neraka dan diserahkan kepada Malaikat Zabaniyah, mereka berkata ”Wahal Malik, izinkanlah kami untuk menangisi nasib kami.” Malik mengizinkannya, dan mereka lantas menangis dengan mengeluarkan darah. Malik lantas berkata, ”Alangkah baiknya, seandainya tangis ini kamu lakukan sewaktu berada di dunia. Seandainya sewaktu di dunia kamu menangis seperti ini karena takut kepada siksaan Allah, niscaya sekarang ini kamu tidak akan masuk neraka.”

Malik lalu berkata kepada Zabaniyah, ”Lemparkan, lemparkan mereka ke dalam neraka.” Ketika mereka dilempar ke dalam neraka, mereka berseru secara serempak mengucapkan kalimat: Laa ilaaha illallah...., sehingga api neraka langsung menjadi padam.

Kemudian Malik berkata, ”Wahai api, sambarlah mereka!” Api itu menjawab, ”Bagaimana aku menyambar mereka sementara mereka mengucapkan kalimat: Laa ilaaha illallaah. Malik berkata lagi kepada api neraka, ”Sambarlah mereka”.

Api itu menjawab, ”Bagaimana aku menyambar mereka, sementara mereka mengucapkan kalimat: Laa ilaaha illallah.” Malik berkata, ”Benar, namun begitulah perintah Allah Arasy”.  Kemudian api itu pun menyambar mereka. Di antara mereka ada yang disambar sampai dua telapak kakinya, ada yang disambar sampai dua lututnya, dan ada yang disambar sampai lehemya.

Ketika api itu akan menyambar muka, Malik berkata,  ”Jangan membakar muka mereka, karena dalam waktu yang cukup lama mereka bersujud Kepada Dzat Yang Maha Kuasa.
Dalam Al-Qur'an, Allah telah mensifati neraka Jahannam sebagai berikut :"Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi gunung".(QS. Al-Mursilat : 32) "Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya.
(QS. Al-Hijr : 43)

Dari Hadits Qudsi: Bagaimana kamu masih bisa melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari-Ku. Tahukah kamu bahwa neraka jahanam-Ku itu mempunyai 7 tingkat. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung  Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah  Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak  Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum  Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandung lautan racun yang hitam pekat.  Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat.

Wednesday, 6 December 2017

Sultan Alib Arsalan adalah seorang yang shaleh, ia sangat dekat dengan para ulama dan mengambil nasehat dari mereka. Lihatlah ketika pasukannya yang berjumlah tidak lebih dari 20.000 pasukan akan menghadapi Raja Armanus (Raja Romawi) dengan 200.000 pasukan. Seorang ulama Abu Nashr Muhammad bin 'Abdul Malik Al Bukhari memberinya nasehat : " Sesungguhnya engkau akan berperang membela agama yang Allah telah berjanji untuk menolong dan memenangkannya atas semua agama. Dan aku berharap semoga Allah telah menetapkan kemenangan atas namamu. Karenanya, hadapilah mereka pada hari Jumat tepat pada saat para khatib berdiri di atas mimbar, sebab mereka akan mendoakan para mujahidin"
Syaikh Ramzi Al-Munyawi : Muhammad Al Fatih (Penakluk Konstatinopel)

Maka, ketika saat itu tiba sultanpun memimpin shalat bersama mereka. Sultan menangis, dan semua orangpun menangis karena tangisan Sang Sultan. Beliau berdoa, lalu mereka semua mengamininya.

Beliau lalu berkata kepada mereka "siapa yang ingin pulang, maka silahkan ia pulang. Di sini tidak ada lagi sultan yang menyuruh atau melarang"
Beliau kemudian membuang busur dan panahnya, lalu mengambil pedangnya. Kemudian beliau mengikat sndri ekor kudanya dengan tanganya, lalu tentaranya mengikuti apa yang ia lakukan.

Beliau lalu mengenakan pakaian putih dan melilitkannya di tubuhnya, kemudian berpesan: jika aku terbunuh. Maka inilah kain kafanku"
Allahu Akbar!
Allah pun memberikan kemenangan kepada pasukan yang berjuang demi agamaNya
- Syaikh Ramzi Al-Munyawi, dlm buku Muhammad Al-Fathih penakluk Konstatinopel

Monday, 4 December 2017

Adalah seseorang yang dijuluki Khali’ yaitu seorang pemuda yang suka berbuat kejahatan besar. Pada suatu waktu ia bertemu dengan seorang ‘abid, yakni seorang yang taat beribadah dari kaum Bani Israil. Lalu si khali’ berkata, “Aku adalah seorang pendosa yang suka berbuat kejahatan, sementara orang itu adalah seorang ‘abid, sebaiknya aku duduk disebelahnya, dan Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepadaku dan memaafkan dosaku.”
Kisah Ahli Ibadah da Ahli Maksiat

Kemudian si khali’ duduk disebelah si ‘abid.  “Aku adalah seorang yang taat beribadah, sementara pria ini adalah seorang yang amat suka berbuat kejahatan, pantaskah aku duduk bersebelahan dengannya ?” gumam si ‘abid. Dan tiba-tiba si ‘abid memaki serta menendang si khali’ hingga jatuh tersungkur.

Lalu Allah SWT menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW mengenai peristiwa ini. “Perintahkanlah kepada kedua orang ini yaitu ‘abid dan khali’ untuk memperbanyak amal mereka. Sesungguhnya Aku benar-benar telah mengampuni dosa-dosa khali’ dan menghapus semua amal ibadah ‘abid.”

Dengan demikian semua dosa-dosa yang pernah diperbuat oleh si ahli maksiat menjadi terhapuskan karena ia merasa takut kepada Allah SWT atas semua dosa yang telah dilakukannya, sementara Allah SWT menghapuskan semua amal ibadah yang telah dikerjakan oleh si ahli ibadah karena sifatnya yang sombong dan merasa dirinya lebih mulia dibandingkan si ahli maksiat. 

Mengapa demikian? Karena sesungguhnya ada dosa yang jauh lebih besar dibandingkan berbuat maksiat, yaitu dosanya orang-orang yang merasa kagum pada diri sendiri. Rasulullah SAW bersabda:

Jika kalian tidak pernah melakukan dosa, niscaya sesungguhnya yang paling ditakutkan pada kalian adalah yang jauh lebih dahsyat yaitu ‘ujub (merasa kagum pada diri sendiri)
- HR. Imam Ahmad

Saturday, 2 December 2017

Kalau saja Mahmed II hidup kembali dan melihat kondisi pemuda saat ini, mungkin ia sudah geleng-geleng kepala tak habis pikir. Ah, betapa kualitas kita dan dirinya terbentang amat jauh!

Di saat kebanyakan pemuda berumur 21 tahun sudah angkat dagu, bangga bisa taklukkan hati wanita, Muhammad Al-Fatih sudah mampu taklukkan Konstantinopel!

Di saat para pemuda bersenang-senang habiskan umur 8 tahunnya dengan menghafal lagu-lagu orang dewasa, Muhammad Al-Fatih sudah hafalkan seluruh ayat Al-Quran dalam kepalanya.
Di saat para pemuda masih bingung dengan mimpinya, tidak tahu akan jadi apa, "let it flow" katanya, Muhammad Al-Fatih sudah bertekad dengan lantang sejak kecil, "Ayah, aku ingin menaklukkan konstantinopel!"
Muhammad II (Muhammad Al Fatih)

Di saat para pemuda begitu mudah mengeluh, merasa punya segudang masalah dan tekanan hidup, lalu menganggap hidupnya akan berakhir sia sia, Muhammad Al-Fatih sudah dibebankan amanah yang begitu besar bahkan sejak ia lahir ke dunia. 

Ia menjadi tumpuan harapan tiga generasi akan takluknya konstantinopel, janji yang diucapkan Rasulullah ratusan tahun silam. Ia menjadi harapan dari 6 abad perjuangan para pendahulu.

Bayangkan! harapan 600 tahun perjuangan para pendahulu dibebankan pada pundaknya! Ah, tapi sedikitpun ia tak gentar, tak mundur barang sejengkal!

Di saat para pemuda habiskan waktunya untuk bersenang-senang, maraton film, nongkrong berjam-jam, Muhammad Al-Fatih memilih tingkatkan kemampuan fisik dan mengisi otaknya. Ia kuasai teknik bela diri, memanah, berkuda, berenang, strategi berperang, Ilmu fiqh, hadis, Astronomi, dan matematika. Ia juga menguasai banyak bahasa; Arab, Turki, Persia, Ibrani, Latin, dan Yunani.

Di saat para pemuda dengan mudah hancur mentalnya ketika direndahkan atau dihina orang lain, Muhammad Al-Fatih punya hati seluas samudera, mental sekuat baja. Tak terhitung berapa banyak orang yang merendahkannya saat ia diangkat menjadi Raja pada umur 19 tahun, "Bocah ingusan!" katanya. Dari musuh hingga orang kerajaan sekalipun meremehkan kemampuannya. Tapi ia lebih memilih memberi bukti nyata.

Di saat para pemuda habiskan air matanya untuk kekasih hati yang tidak jelas, Muhammad Al-Fatih memilih habiskan air matanya untuk memohon ampunan dan panjatkan harapan. Sejak baligh, tak pernah satu malam pun ia lewatkan salat Tahajud.  Ialah Pedang Malam, yang selalu diasah dengan tulus ikhlas. 

Di saat para pemuda lupa dan meninggalkan Tuhan, "nanti saja kalau sudah tua" fikirnya, Muhammad Al-Fatih tak sekalipun pernah meninggalkan Allah dalam tiap urusannya. Ia miliki 250ribu pasukan yang tak sekalipun pernah meninggalkan salat wajib. Ia laksanakan salat Jumat sebelum menyerang Konstantinopel. Salat terpanjang dalam sejarah, 4 km membentang dari Pantai Marmara hingga Selat Golden Horn di utara! lalu gema takbir bersahutan, menggetarkan, menjadi semangat saat menggempur lawan!

Di saat para pemuda kehabisan cara dan ide-ide cemerlang untuk meraih mimpinya,  Muhammad Al-Fatih tak kehabisan cara, bahkan yang menurut orang lain gila.
Yang ia hadapi ialah Benteng Byzantium! Dibatasi laut dengan pagar rantai besi, terbuat dengan teknologi terhebat pada zamannya, tak mampu ditembus selama 11 abad. 
Kokohnya Benteng Byzantium tak membuat Ia kehilangan akal. Tak bisa menyebrangkan 70 kapal lewat laut, ia lumurkan minyak pada ratusan gelondongan kayu, lalu jalankan seluruh armada kapal melintasi bukit hanya dalam satu malam!
Pagi hari menjelang, musuh kaget bukan kepalang. Benteng Byzantium yang selama 11 abad tak terhancurkan, hari itu telah mampu ditembus! 

Lalu saat ini, 

kita sadar akan bentang yang amat jauh antara kualitas pemuda saat ini dan  di zaman Muhammad Al-Fatih. Kita juga sadar akan ketinggalan yang amat jauh yang harus kita kejar.

"Kaki anak Adam tidaklah bergeser pada hari Kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal; tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa dia pergunakan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan kemana dia infakkan dan tentang apa yang telah dia lakukan dengan ilmunya." (HR. Tirmidzi)

Masa muda akan dimintai pertanggungjawabannya bukan?